Answer : Sebelum pertanyaan tadi dijawab, berikut adalah proses terjadinya petir :
Petir terjadi melalui suatu proses elektrifikasi di awan, muatan
listrik statis terbentuk karena adanya gesekan antara udara panas dengan
awan yang membawa partikel-partikel bermuatan dari sumber air laut
maupun daerah industri. Proses charging ini terus menerus terjadi di
awan selama masih ada perbedaan tekanan udara, yang mengakibatkan udara panas
terus bergerak menerabas awan, sehingga sampailah, muatan listrik statis yang terbentuk di awan
ini menjadi sangat banyak. Hal ini menjadikan
kuat medan listrik menjadi sangat tinggi. Jika kuat isolasi udara sudah
tidak lagi mampu menahan medan listrik yang tinggi ini, maka akan akan
mengalirlah muatan listrik dari awan menuju bumi, dan terjadilah petir.
Petir dianggap berbahaya karena memiliki daya hancur yang luar biasa,
tetapi ternyata selain membuat kerusakan di permukaan bumi, juga
mempunyai manfaat yang sangat besar. Awan yang menyebabkan petir hanya awan Towering Cumulus dan awan Cumulonimbus. Manfaat petir diantaranya adalah :
1. Manfaat Petir untuk Memproduksi Ozon (O3).
Kita tentu tahu bahwa bumi diselimuti oleh lapisan ozon. Lapisan
ozon adalah sekumpulan udara di atmosfer yang melindungi bumi dari
radiasi sinar matahari yang berbahaya bagi kehidupan di bumi seperti
sinar ultraviolet (UV) sehingga sinar UV yang sampai di bumi dalam
jumlah yang tidak berbahaya. Hubunganya petir dengan lapisan ozon adalah
bahwa lapisan ozon berperan membentuk lapisan ozon. Lapisan ozon
merupakan senyawan O3. Petir berperan meicu terjadinya reaksi kimia dari
O2 atau oksigen menjadi O3. Sederhanya tiga senyawa O2 akan pecah
menjadi enam senyawa O dan akhirnya terbentu 2 senyawa O3. Proses
tersebut tidak akan terjadi tanpa bantuan dari petir.
Manfaat lain petir adalah bagi kesuburan tanah. Saat petir
menyambar tidak hanya terjadi pembentukan lapisan ozon saja, tapi banyak
terjadi reaksi-reaksi kimia lain antara udara dengan air hujan yang
sedang turun. Misalnya nitrogen dengan air sehingga saat air sampai
dibumi menjadikan tanah lebih subur karena mendapat pasokan nitrogen
lebih banyak berupa unsur Hara. Proses yang terjadi di alam raya ini
ibarat sebuah pabrik pupuk urea yang menghasilkan pupuk urea berkadar
Nitrogen tinggi.
Sebagaimana diketahui, bahwa para petani menggunakan pupuk urea
untuk membantu proses penyuburan tanah. Sebagai tambahan informasi,
Pupuk urea yang diproduksi oleh Pabrik Pupuk Sriwijaya (PUSRI) jenis
pupuk tunggal berkadar Nitrogen 46%. Hal ini menunjukkan bahwa, Nitrogen
merupakan unsur yang penting dalam proses menyuburkan tanah. Dan gas
Nitrogen N2 ini tersedia melimpah di udara dengan kandungan hingga 72%
dari udara.
3. Petir bermanfaat untuk Membunuh Kuman dan Bakteri.
Jumlah kuman dan bakteri yang beterbangan bersama udara
diperkirakan sampai dengan jutaan. Apalagi jika berdekatan dengan
tempat-tempat sumber penyakit seperti sampah, rumah sakit, pabrik dan
lain-lain. Pada kondisi akan turun hujan, dimana awan melingkupi
permukaan bumi, maka di permukaan akan terasa panas. Kondisi ini
cenderung menjadi semakin lembab, dengan meningkatnya kandungan uap air
di udara. Kondisi seperti ini sangat potensial untuk tumbuh
berkembangnya bakteri-bakteri juga kuman-kuman yang beterbangan di
udara. Maka ketika terjadi Kilat dan sambaran petir di udara, akan
membunuh kuman-kuman dan bakteri ini. Hal ini karena kilat dan sambaran
petir merupakan aliran muatan listrik. Pada saat muatan listrik ini
mengalir melesat di udara akan memanaskan udara disekitarnya.
Sumber : http://morning-wish.faa.im/manfaat-petir-dalam-kehidupan-kita.xhtml.
Keterangan gambar :
#Gambar 1 adalah petir yang menyambar. #Gambar 2 adalah badai petir yang disertai tornado. #Gambar 3 adalah awan Cumulonimbus Calvus, salah satu jenis awan Cumulonimbus. Awan Cumulonimbus adalah penyebab utama terjadinya badai petir. #Gambar 4 : Proses terbentuknya awan Cumulonimbus, awan yang menyebabkan badai petir.